Bontomarannu (MTsN Gowa) - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang berdampak pada mobilitas masyarakat tidak menyurutkan semangat belajar peserta didik MTsN Gowa. Kondisi tersebut justru menjadi tantangan yang dihadapi madrasah dengan tetap memastikan proses pembelajaran berjalan melalui sistem pembelajaran daring, Selasa (15/9/2026).
BBM Boleh Langka, Tapi Semangat Belajar Peserdik MTsN Gowa Tetap Membara
Kebijakan pelaksanaan pembelajaran daring diterapkan menyusul adanya edaran terkait kondisi kelangkaan BBM yang menyebabkan terganggunya proses pembelajaran secara tatap muka. Langkah tersebut menjadi upaya madrasah untuk menjaga keberlangsungan layanan pendidikan sekaligus mempertimbangkan kondisi mobilitas peserta didik dan tenaga pendidik.
Wakamad Kurikulum MTsN Gowa menjelaskan bahwa pembelajaran daring merupakan solusi sementara agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung di tengah situasi yang tidak memungkinkan pembelajaran tatap muka berjalan secara optimal. Guru diarahkan untuk tetap memberikan materi, pendampingan, dan tugas kepada peserta didik melalui media pembelajaran yang tersedia.
“Kebijakan pembelajaran daring ini kita laksanakan karena kondisi kelangkaan BBM berdampak terhadap mobilitas warga madrasah. Meskipun pembelajaran tatap muka terganggu, proses pendidikan harus tetap berjalan. Karena itu, pembelajaran daring menjadi salah satu langkah yang kita tempuh agar peserta didik tetap mendapatkan hak belajarnya,” jelas Wakamad Kurikulum.
Semangat peserta didik mengikuti pembelajaran daring terlihat langsung oleh Wakamad Humas MTsN Gowa, Nasir Suddin, yang juga mengajar mata pelajaran Bahasa Arab di kelas IX. Selama dua hari pelaksanaan pembelajaran daring, Nasir menyaksikan tingginya antusiasme peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran meskipun dilakukan dari tempat masing-masing.
“Selama dua hari melaksanakan pembelajaran daring, antusias peserta didik mengikuti pembelajaran sangat luar biasa. Bahkan, ada kelas yang jumlah siswanya 34 orang dan semuanya hadir mengikuti pembelajaran,” ungkap Nasir Suddin.
Menurut Nasir, kehadiran penuh peserta didik tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan kondisi tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk tetap belajar. Peserta didik mampu beradaptasi dengan perubahan pola pembelajaran dan menunjukkan tanggung jawab dalam mengikuti kegiatan yang diberikan oleh guru.
Ia menambahkan, pembelajaran daring juga membutuhkan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak, terutama guru, peserta didik, serta orang tua atau wali. Dengan komunikasi yang baik, proses pembelajaran tetap dapat berlangsung meskipun guru dan peserta didik tidak berada dalam satu ruang kelas.
Pihak madrasah mengapresiasi respons positif seluruh peserta didik dan guru dalam menyikapi kondisi tersebut. Kreativitas dan kesiapan guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran menjadi bagian penting dalam menjaga agar kegiatan belajar mengajar tetap efektif dan terarah.
Kondisi ini sekaligus menunjukkan bahwa semangat belajar peserta didik MTsN Gowa tidak mudah padam oleh keadaan. BBM boleh langka dan pembelajaran tatap muka harus sementara beralih ke daring, tetapi semangat peserta didik untuk menuntut ilmu tetap membara demi tercapainya tujuan pendidikan di madrasah.
Penulis : Nasir Suddin
asdasd