Lolos Seleksi, 2 Guru MTsN Gowa Ikuti Training Of Fasilitator Guru Gaharu

total Views : 226
Perbesar Zoom Out Baca Selanjutnya Mencetak

Makassar (Kemenag Gowa). Sebanyak 80 guru dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan mengikuti kegiatan Training of Fasilitator Guru Gaharu yang digelar oleh Ashoka Indonesia di Hotel Aston Makassar, Jumat hingga Ahad, 15-17 Mei 2026. Dari jumlah tersebut, dua guru dari MTsN Gowa berhasil lolos seleksi, yakni Mila Karmila dan Mar’ah Shaleha.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari proses seleksi yang sebelumnya diikuti ratusan guru. Mereka diminta mengirimkan karya berupa studi kasus terkait pembelajaran dan isu-isu pendidikan. Dari seleksi tersebut, hanya 80 guru yang terpilih untuk mengikuti pelatihan intensif ini.

Training of Fasilitator Guru Gaharu bertujuan membekali para pendidik dengan keterampilan fasilitasi, kepemimpinan, serta kemampuan menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna. Ashoka Indonesia menekankan pentingnya peran guru sebagai agen perubahan di ruang kelas.

Kepada Humas MTsN Gowa, Senin (18/5/2026), Mila Karmila mengungkapkan rasa syukur dan harapannya. “Semoga pelatihan ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar dapat dimulai dari satu ruang kelas dan satu guru yang peduli. Harapan saya, pelatihan ini menjadi awal perjalanan untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, penuh empati, dan mampu membentuk siswa menjadi generasi changemaker,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sebelum mengikuti pelatihan, dirinya bersama Mar’ah Shaleha mengangkat studi kasus tentang pembuatan media pembelajaran digital kampanye isu-isu lingkungan berbasis teknologi Augmented Reality (AR). “Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya kreatif, tetapi juga relevan dengan tantangan zaman,” kata Mila.

Sementara itu, Mar’ah Shaleha menyampaikan rasa bangga bisa mewakili MTsN Gowa dalam kegiatan ini. “Saya merasa senang sekaligus tertantang. Pelatihan ini menjadi kesempatan berharga untuk belajar langsung dari fasilitator berpengalaman dan bertemu dengan guru-guru inspiratif dari berbagai daerah,” tuturnya.

Mar’ah menekankan bahwa pengalaman ini akan menjadi modal penting untuk mengembangkan metode pembelajaran di madrasah. “Kami ingin membawa pulang ilmu yang kami dapatkan, lalu mengaplikasikannya di kelas agar siswa lebih aktif, kritis, dan peduli terhadap lingkungan sekitar,” tambahnya.

Kepala MTsN Gowa, Mansur Patiroi, memberikan apresiasi atas pencapaian dua guru tersebut. “Kami bangga dengan keberhasilan Bu Mila dan Bu Mar’ah. Ini membuktikan bahwa guru-guru MTsN Gowa memiliki kualitas dan semangat untuk terus berkembang. Semoga ilmu yang diperoleh bisa ditularkan kepada rekan-rekan guru lainnya,” ujarnya.

Mansur juga menekankan bahwa partisipasi guru dalam kegiatan seperti ini sejalan dengan visi madrasah untuk mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. “Madrasah harus menjadi pusat inovasi pendidikan, dan guru adalah ujung tombak dalam mewujudkannya,” katanya.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para guru peserta dapat menjadi fasilitator yang mampu menggerakkan perubahan di sekolah masing-masing. Ashoka Indonesia menegaskan bahwa guru yang berdaya akan melahirkan siswa yang berdaya pula.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini tidak hanya berisi materi, tetapi juga praktik fasilitasi, diskusi kelompok, dan simulasi pembelajaran. Para peserta diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai kepemimpinan empatik dan kolaboratif untuk diterapkan di ruang kelas.

Penulis : Nasir Suddin

Lihat Lainnya

Foto Terbaru