Hari Pertama Studi Tiru ZI di MTsN 2 Malang, Kepala MTsN Gowa Dalami Strategi Penguatan Zona Integritas

total Views : 176
Perbesar Zoom Out Baca Selanjutnya Mencetak

Malang (MTsN Gowa) - Kepala MTsN Gowa, Mansur Patiroi, mengikuti rangkaian studi tiru pembangunan Zona Integritas (ZI) di MTsN 2 Malang, Kamis (10/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan komitmen madrasah dalam mewujudkan tata kelola yang berintegritas, efektif, dan berorientasi pada pelayanan.

Studi tiru ini diikuti oleh rombongan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng. Rombongan Kemenag Gowa dipimpin Kepala Kantor Kemenag Gowa, H. Jamaris, bersama tim, sementara dari Kemenag Bantaeng hadir Kepala Kantor Kemenag Bantaeng, H. Misbah, bersama tim.

Dalam rombongan tersebut turut hadir sejumlah kepala madrasah dari kedua kabupaten, di antaranya Kepala MTsN Bantaeng serta beberapa kepala madrasah ibtidaiyah dan madrasah aliyah. Kehadiran para pimpinan madrasah menjadi bentuk keseriusan dalam menggali praktik baik yang dapat diadaptasi sesuai kebutuhan dan karakteristik masing-masing madrasah.

Pada hari pertama, rombongan mendapatkan kesempatan untuk melihat dan mendalami berbagai praktik penguatan Zona Integritas yang telah diterapkan di MTsN 2 Malang. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bahan pembelajaran bagi para peserta, khususnya dalam membangun budaya kerja yang mendukung terciptanya pelayanan publik yang berkualitas dan berintegritas.

Kepala MTsN Gowa, Mansur Patiroi Kepada  Humas MTsN Gowa menyampaikan bahwa studi tiru bukan sekadar kegiatan untuk melihat keberhasilan madrasah lain, tetapi menjadi momentum untuk mendapatkan inspirasi dan pembelajaran yang dapat diterapkan di MTsN Gowa.

“Studi tiru ini menjadi kesempatan bagi kami untuk belajar secara langsung dari praktik-praktik baik yang telah diterapkan di MTsN 2 Malang. Apa yang kami dapatkan akan menjadi bahan evaluasi dan inspirasi untuk memperkuat pembangunan Zona Integritas di MTsN Gowa,” ungkap Mansur Patiroi.

Menurutnya, pembangunan Zona Integritas membutuhkan komitmen bersama dari seluruh unsur madrasah. Tidak hanya pimpinan, tetapi juga guru, tenaga kependidikan, serta seluruh warga madrasah harus memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya integritas, transparansi, disiplin, dan peningkatan kualitas pelayanan.

Mansur juga menekankan bahwa pengalaman yang diperoleh selama studi tiru akan menjadi bahan untuk melihat kembali berbagai aspek pengelolaan di MTsN Gowa. Dengan demikian, pembangunan ZI diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan administrasi, tetapi benar-benar diwujudkan melalui perubahan budaya kerja dan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.

“Kami ingin pembangunan Zona Integritas ini benar-benar menjadi budaya dalam kehidupan madrasah. Karena itu, praktik baik yang kami temukan di sini akan kami pelajari dan sesuaikan dengan kondisi MTsN Gowa, sehingga memberikan dampak nyata terhadap pelayanan dan pengelolaan madrasah,” tambahnya.

Kegiatan studi tiru di MTsN 2 Malang diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi seluruh peserta, sekaligus memperkuat sinergi antarmadrasah dan Kantor Kementerian Agama. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk mendorong terwujudnya madrasah yang semakin profesional, berintegritas, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Penulis : Nasir Suddin

Lihat Lainnya

Foto Terbaru