Bontomarannu (Humas MTsN Gowa). MTsN Gowa terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya kerja yang bersih, transparan, dan akuntabel melalui pelaksanaan penandatanganan komitmen bersama pembangunan Zona Integritas. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula MTsN Gowa, Senin (22/6/2026), dan dihadiri ratusan orang tua siswa baru Tahun Pelajaran 2026/2027.
Perkuat Pembangunan Zona Integritas, Orang Tua Siswa MTsN Gowa Teken Komitmen Bersama
Penandatanganan komitmen bersama tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan pertemuan orang tua siswa baru yang bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya dukungan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan madrasah yang berintegritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Satuan Kerja Berprestasi (SBB).
Kepala MTsN Gowa, Mansur Patiroi, dalam arahannya menyampaikan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan hanya menjadi tanggung jawab pimpinan dan pegawai madrasah, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari orang tua siswa sebagai mitra strategis dalam penyelenggaraan pendidikan.
Menurutnya, keterlibatan orang tua dalam pembangunan Zona Integritas merupakan langkah penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap layanan pendidikan yang diberikan madrasah. Ia menegaskan bahwa seluruh proses pelayanan di MTsN Gowa harus berjalan secara transparan, profesional, dan bebas dari praktik-praktik yang bertentangan dengan aturan.
“Pembangunan Zona Integritas tidak akan berhasil tanpa dukungan semua pihak. Karena itu, kami mengajak seluruh orang tua siswa untuk bersama-sama menjaga komitmen ini agar MTsN Gowa dapat memberikan pelayanan yang semakin baik, bersih, dan akuntabel,” ujar Mansur Patiroi.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Pembangunan Zona Integritas MTsN Gowa, Sudarman, menyampaikan sosialisasi mengenai pembangunan Zona Integritas yang sedang dijalankan madrasah. Ia menjelaskan berbagai langkah dan inovasi yang telah dilakukan dalam rangka mewujudkan predikat WBK dan WBBM.
Sudarman menuturkan bahwa pembangunan Zona Integritas berfokus pada peningkatan kualitas layanan publik, penguatan akuntabilitas kinerja, serta pencegahan berbagai bentuk gratifikasi dan penyimpangan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan Zona Integritas memerlukan partisipasi aktif seluruh warga madrasah dan masyarakat.
“Zona Integritas bukan sekadar program administratif, tetapi sebuah gerakan perubahan budaya kerja. Kami berharap orang tua siswa dapat menjadi mitra yang mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan,” jelas Sudarman di hadapan para peserta.
Usai sosialisasi, ratusan orang tua siswa baru secara bergantian mengikuti penandatanganan komitmen bersama. Nampak Kepala Madrasah, unsur pimpinan, pengurus Komite Madrasah, serta perwakilan orang tua siswa turut membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan Zona Integritas di MTsN Gowa.
Salah seorang orang tua siswa, H. Nur Ilahi, saat diwawancarai Tim Humas MTsN Gowa menyampaikan apresiasinya terhadap langkah yang dilakukan madrasah. Ia menilai pembangunan Zona Integritas merupakan hal yang sangat penting untuk menjamin transparansi dalam pengelolaan lembaga pendidikan.
“Pembangunan Zona Integritas di madrasah memang harus ada untuk menjamin transparansi sehingga lembaga pendidikan dapat berjalan dengan baik. Dengan Pembangunan Zona Integritas maka keterbukaan antara madrasah dan peserta didik akan terjamin,” ungkapnya.
Dengan adanya komitmen bersama tersebut, MTsN Gowa berharap pembangunan Zona Integritas dapat berjalan semakin optimal dan mendapat dukungan penuh dari seluruh stakeholder madrasah.
Penulis : Nasir Suddin
asdasd