Hebat, 2 Guru MTsN Gowa Jadi Pembicara di TPN XIII

total Views : 293
Perbesar Zoom Out Baca Selanjutnya Mencetak

Makassar (Humas MTsN Gowa) - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Madrasah Tsanawiyah Negeri Gowa. Dua guru terbaiknya, Mila Karmila dan Mar`ah Shaleha, dipercaya menjadi pembicara pada kegiatan Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Komunitas Guru Belajar Nusantara, Sabtu (4/7/2026), di Sekolah Islam Athira Wilayah Kajaolalido, Makassar.

Keduanya tampil dalam sesi talkshow yang menghadirkan para pendidik inspiratif dari berbagai daerah. Mila Karmila membawakan karya berjudul "SIPAKAINGA DIGILAB: Dari Berbagi Malah Menginspirasi", sedangkan Mar`ah Shaleha mempresentasikan karya berjudul "ASKA HOTS (Asesmen Sumatif Berbasis Studi Kasus Perundang-Undangan untuk Meningkatkan Kemampuan HOTS Siswa Kelas VIII)."

Keikutsertaan kedua guru tersebut sebagai pembicara bukanlah sesuatu yang diperoleh secara instan. Mereka harus melalui proses seleksi yang ketat dengan mengirimkan tulisan dan praktik baik pembelajaran untuk dikurasi bersama puluhan karya dari pendidik berbagai daerah. Setelah dinyatakan lolos seleksi, keduanya berhak tampil sebagai pembicara pada forum pendidikan berskala nasional tersebut.

Dalam pemaparannya, Mila Karmila menceritakan perjalanan inovasinya yang berawal dari keterbatasan media pembelajaran dan fasilitas laboratorium IPA di madrasah. Kondisi tersebut justru memotivasinya untuk menghadirkan solusi pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan mudah diakses oleh peserta didik.

"Berawal dari keterbatasan media pembelajaran dan fasilitas laboratorium IPA, saya berinisiatif mengembangkan berbagai media pembelajaran digital untuk membantu peserta didik memahami konsep-konsep IPA secara lebih konkret dan menarik. Praktik baik tersebut kemudian saya dokumentasikan dan bagikan melalui media sosial hingga mendapat respons positif dari guru-guru di berbagai daerah. Konsistensi dalam berinovasi membawa saya meraih berbagai penghargaan hingga tingkat nasional serta dipercaya menjadi narasumber dalam berbagai pengembangan kompetensi guru. Berbekal pengalaman tersebut, saya mengembangkan SIPAKAINGA DIGILAB, sebuah platform pembelajaran IPA berbasis kecerdasan artifisial (AI) yang mengintegrasikan video pembelajaran, laboratorium virtual, media 3D, kuis interaktif, dan gamifikasi dalam satu aplikasi. Melalui inovasi ini, saya berharap SIPAKAINGA DigiLab dapat menjadi solusi pembelajaran IPA yang mudah diakses, mendorong lahirnya lebih banyak inovasi dari para guru, serta menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik di seluruh Indonesia," ujar Mila.

Sesi talkshow berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan. Berbagai pertanyaan dan diskusi mengemuka seputar inovasi pembelajaran, pemanfaatan teknologi, hingga strategi meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di kelas.

Pada kesempatan yang sama, Mar`ah Shaleha memaparkan inovasi pembelajaran melalui ASKA HOTS yang dikembangkannya untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik melalui asesmen yang berbasis studi kasus perundang-undangan.

"Melalui ASKA HOTS, saya ingin menghadirkan asesmen yang tidak hanya mengukur hasil belajar, tetapi juga melatih peserta didik berpikir kritis, menganalisis permasalahan berdasarkan studi kasus perundang-undangan, serta mampu memberikan solusi yang logis. Harapan saya, inovasi ini dapat menjadi inspirasi bagi guru untuk terus mengembangkan asesmen yang bermakna sehingga kemampuan HOTS peserta didik semakin meningkat," tutur Mar`ah Shaleha.

Kepala MTsN Gowa, Mansur Patiroi, menyampaikan apresiasi atas pencapaian kedua guru tersebut. Menurutnya, kepercayaan menjadi pembicara pada Temu Pendidik Nusantara merupakan bukti bahwa guru-guru MTsN Gowa memiliki kompetensi, dedikasi, dan semangat berbagi praktik baik yang diakui di tingkat nasional.

"Saya mengucapkan selamat dan bangga kepada Ibu Mila Karmila dan Ibu Mar`ah Shaleha. Keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras, budaya belajar, dan semangat berinovasi yang terus dibangun di MTsN Gowa. Semoga pengalaman ini menjadi motivasi untuk terus berkarya, menginspirasi guru-guru lainnya, serta membawa nama baik madrasah di tingkat nasional. Madrasah akan terus memberikan dukungan kepada setiap guru yang berkomitmen mengembangkan kompetensi dan menghadirkan pembelajaran yang berkualitas," ungkap Mansur.

Ia berharap semakin banyak guru MTsN Gowa yang berani mendokumentasikan praktik baik pembelajaran, menghasilkan karya inovatif, serta aktif berbagi pengalaman dalam forum-forum ilmiah maupun pendidikan di tingkat regional maupun nasional.

Keberhasilan dua guru MTsN Gowa tampil sebagai pembicara pada Temu Pendidik Nusantara XIII Tahun 2026 Makassar semakin menegaskan komitmen madrasah dalam membangun budaya inovasi, kolaborasi, dan berbagi praktik baik. Prestasi tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh pendidik untuk terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia. 

Penulis : Nasir Suddin

Lihat Lainnya

Foto Terbaru