Hari Kedua Studi Tiru ZI, Kepala MTsN Gowa Gali Praktik Baik di Kemenag Kabupaten Bantul

total Views : 147
Perbesar Zoom Out Baca Selanjutnya Mencetak

Bantul (MTsN Gowa) - Memasuki hari kedua rangkaian studi tiru pembangunan Zona Integritas (ZI), Kepala MTsN Gowa, Mansur Patiroi, bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Jumat (11/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menggali praktik baik dalam pembangunan Zona Integritas menuju tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang semakin berkualitas.

Sebelumnya, pada hari pertama, Mansur Patiroi bersama Tim Studi Tiru ZI menyambangi MTsN 2 Kota Malang. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi rombongan untuk melihat secara langsung berbagai praktik baik yang telah diterapkan dalam mendukung pembangunan Zona Integritas di lingkungan madrasah.

Rombongan studi tiru terdiri atas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, H. Jamaris, bersama tim, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng, H. Misbah, bersama tim, serta sejumlah kepala madrasah dari Kabupaten Gowa dan Kabupaten Bantaeng. Di antaranya Kepala MTsN Bantaeng serta beberapa kepala MIN dan MAN dari kedua kabupaten tersebut.

Setibanya di Kantor Kemenag Kabupaten Bantul, rombongan disambut hangat oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul beserta jajaran. Sambutan tersebut mencerminkan semangat silaturahmi dan berbagi pengalaman antarsatuan kerja dalam mendorong penguatan reformasi birokrasi dan pembangunan Zona Integritas.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan mendapatkan kesempatan untuk menggali berbagai pengalaman dan praktik baik yang diterapkan Kemenag Kabupaten Bantul dalam membangun budaya kerja yang berintegritas. Berbagai informasi yang diperoleh diharapkan dapat menjadi referensi bagi Kemenag Gowa, Kemenag Bantaeng, serta madrasah di kedua wilayah tersebut.

Kepala MTsN Gowa, Mansur Patiroi kepada Humas MTsN Gowa menyampaikan bahwa studi tiru merupakan momentum penting untuk membuka wawasan dan memperkaya pengalaman dalam membangun Zona Integritas. Menurutnya, keberhasilan pembangunan ZI membutuhkan proses yang konsisten serta keterlibatan seluruh unsur dalam satuan kerja.

“Studi tiru ini bukan hanya tentang melihat apa yang sudah dilakukan oleh satuan kerja lain, tetapi bagaimana kita dapat mengambil praktik-praktik baik tersebut untuk kemudian disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan madrasah kita,” ujar Mansur.

Ia menambahkan bahwa pengalaman dari MTsN 2 Kota Malang pada hari pertama dan kunjungan ke Kemenag Kabupaten Bantul pada hari kedua memberikan perspektif yang lebih luas bagi rombongan. Kedua kunjungan tersebut menjadi bahan pembelajaran mengenai bagaimana komitmen pimpinan, budaya kerja, inovasi pelayanan, dan keterlibatan seluruh pegawai dapat berjalan secara berkesinambungan.

“Yang paling penting adalah bagaimana hasil studi tiru ini dapat kita bawa pulang dan implementasikan. Kami berharap apa yang kami pelajari dapat memberikan penguatan bagi MTsN Gowa dalam membangun tata kelola yang lebih baik, pelayanan yang semakin optimal, serta budaya kerja yang menjunjung tinggi integritas,” jelasnya.

Mansur berharap studi tiru tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan kunjungan, tetapi mampu melahirkan gagasan dan langkah konkret dalam penguatan Zona Integritas di lingkungan MTsN Gowa. Ia juga mengapresiasi sambutan hangat dan keterbukaan Kemenag Kabupaten Bantul dalam berbagi pengalaman kepada rombongan.

Rangkaian studi tiru ZI ini diharapkan semakin memperkuat komitmen seluruh peserta untuk mewujudkan satuan kerja yang bersih, akuntabel, profesional, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik. Bagi MTsN Gowa, pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk terus melakukan pembenahan dan inovasi menuju madrasah yang berintegritas dan berkualitas.

Penulis : Nasir Suddin

Lihat Lainnya

Foto Terbaru