Bontomarannu, MTsN Gowa-- Upacara rutin sebagai salah satu pembinaan kedisiplinan segenap stakeholder di MTsN Gowa, kali ini Sebagai Pembina Upacara Dokter Andi Ridha Annisa mewakili Kepala PKM Bontomarannu. Senin (29/8/2022)
Dokter PKM Bontomarannu jadi Pembina Upacara, Ini Amanatnya.
Dokter ASN jebolan Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar ini, dalam amanatnya memaparkan 2 hal yang beliau dangat harapkan perlu mendapatkan perhatian, yaitu PHBS dan kewaspadaan terhadap stunting.
Andi Ridha Annisa melanjutkan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah/madrasa adalah perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat.
Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di sekolah/madrasah, tuturnya, yaitu :
"Jika anak di Indonesia, usia sekolah menanamkan nilai-nilai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) maka menjadi potensi besar sebagai agen perubahaan. Oleh karenya, penting sekolah/madarasah memiliki kader kesehatan untuk membantu mempromosikan dan memastikan terlaksananya program PHBS. Sebab munculnya penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah ternyata umumnya berkaitan dengan PHBS. Maka penanaman nilai-nilai PHBS disekolah/ madrasah merupakan kebutuhan mutlak dan dapat dilakukan melalui pedekatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Ungkapnya
Ridha dalam lanjutan amanat menegaskan bahwa remaja Indonesia banyak yang tidak menyadari bahwa mereka terdampak stunting. Stunting ini dapat menimbulkan dampak jangka pendek, yakni penurunan fungsi kognitif, penurunan fungsi kekebalan tubuh, dan gangguan sistem metabolism tubuh yang pada akhirnya dapat menimbulkan risiko penyakit degeneratif, seperti diabetes mellitus, jantung koroner, hipertensi, dan obesitas.
Oleh karena itu, pencegahan dan penanganan stunting menjadi salah satu prioritas nasional guna mewujudkan cita-cita bersama yaitu menciptakan manusia Indonesia yang tinggi, sehat, cerdas, dan berkualitas. Salah satu yang perlu mendapat perhatian kata Ridha sebagai tindakan kesehatan di madrasah
adalah pemberian tablet tambah darah (TTD) bagi usia remaja (peserta didik). Pungkasnya
Saharuddin Nur selaku Wakamad Humas MTsN Gowa, menuturkan bahwa, kehadiran dari pihak luar menjadi pembina upacara, memberi pencerahan di bidangnya, salah satunya, dokter dari PKM Bontomarannu merupakan tindak lanjut dari memorandum of understanding (MoU) yang telah terbangun. Kontribusi wawasan terus akan kita cari mitra, berkolaborasi untuk kemajuan madrasah kedepannya. Hal senada juga di sampaikan oleh Ketua Komite, H. Mansur, yang setiap saat hadir di upacara.
asdasd