Bontomarannu, MTsN Gowa-- Sebagai bangsa yang besar, sejarah lahirnya Pancasila diperingati melalui upacara bendera, termasuk di MTsN Gowa, Kamis, 31/5/2023. Kegiatan ini didasarkan pada penetapan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila melalui Keputusan Presiden Nomor 24 tahun 2016 serta di tindaklanjuti oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila dalam surat edarannya nomor 1 tahun 2023, tentang pedoman pelaksanaan peringatan hari lahir Pancasila dan surat edaran Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI Nomor SE. 16 Tahun 2023 tentang pedoman peringatan hari lahir tahun 2023, dalam lingkungan Kementerian Agama.
Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Di MTsN Gowa Berlangsung Lancar Penuh Khidmat
Wakamad Humas, Saharuddin Nur, bertindak sebagai pembina upacara membacakan sambutan Mendikbudristek. Dalam pidotonya tersebut diuraikan sebagai berikut,
"Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Atas karunia-Nya, kita dapat berkumpul pada hari ini untuk memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2023 dalam keadaan sehat walafiat.
Ibu/Bapak yang saya hormati,
Menjelang kemerdekaan Indonesia diproklamirkan, tepatnya pada tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945, para pendiri bangsa dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) menyepakati bahwa Pancasila merupakan ideologi negara Indonesia.
Dalam menyusun ideologi negara bangsa yang majemuk, Pancasila digali dari nilai luhur budaya bangsa di Nusantara dan memiliki makna yang dinamis dan universal. Sebagai sebuah ideologi, Pancasila juga merupakan sebuah prinsip dalam menyelenggaran pemerintah Indonesia di segala zaman.
Pancasila, hingga saat ini tetap relevan di tengah dinamika. Prinsip-prinsip Pancasila perlu kita jaga dalam seluruh aktivitas negara.
Ditengah padatnya kegiatan dalam melaksanakan tugas, mari kita sejenak berefleksi dan memahami filosofi yang menjadi nyawa negara Indonesia.
Pancasila mengandung 5 nilai universal dasar, yakni:
1. Ketuhanan
Dalam menyusun dan melaksanakan kebijakan, kita harus melihat dari aspek spritualitas yang selaras dengan budaya bangsa Indonesia. Misalnya, Kemendikbudristek berkomitmen untuk menjamin hak-hak seluruh peserta didik untuk mendapatkan pendidikan agama/spritualitas yang selaras dengan keimanannya, termasuk memberikan hak-hak pendidikan spritualitas bagi penghayat kepercayaan. Kita juga bertugas dalam menjaga, memelihara, dan meneruskan warisan kebudayaan yang didalamnya sarat dengan makna ketuhanan yang lekat dengan kehidupan masyarakat kini dan lampau.
2. Kemanusiaan
Kita harus mengangkat derajat manusia dan mengutamakan harkat martabat manusia dalam kebijakan dan pelaksanaan program-program negara. Dalam hal ini, Kemendikbudristek telah membuka akses pendidikan sebesar-besarnya agar masyarakat Indonesia bisa mendapatkan pendidikan terbaik, termasuk bagi masyarakat tidak mampu melalui berbagai bentuk kebijakan dan bantuan sosial. Kemendikbudristek juga membuka kesempatan bagi para pengungsi dan warga negara asing yang tinggal di Indonesia untuk bersekolah, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
3. Kebinekaan
Indonesia mencakup seluruh pulau dan suku bangsa, perlu melihat kemajemukan tersebut sebagai satu kesatuan. Kemendikbudristek menyusun Kurikulum Merdeka untuk membuat pembelajaran lebih relevan dengan lingkungan sekitar. Selain itu, Kemendikbudristek juga berupaya untuk mendorong interaksi dari Sabang sampai Merauke dengan berbagai program pendidikan dan kebudayaan. Kemendikbudristek juga berupaya membuat lingkungan kerja, sekolah, dan masyarakat agar menjunjung rasa saling menghormati dengan segala keanekaragaman yang ada.
4. Demokrasi
Indonesia perlu membekali anak-anak kita untuk mampu berinteraksi, bersuara, dan berpendapat untuk mengemukakan pemikirannya. Selaras dengan nilai demokrasi, pendidikan Indonesia juga ditransformasikan sedemikian rupa untuk mengurangi pembelajaran satu arah dan meningkatkan diskusi dalam pembelajaran.
5. Keadilan Sosial
Negara harus memperlakukan siapapun secara setara, tanpa pandang bulu, termasuk memastikan akses pendidikan yang inklusif gender dan difabel. Kemendikbudristek juga turut berupaya dalam membuka kesempatan bersekolah yang setara bagi siapa saja, terlepas dari latar belakang sosial-ekonomi melalui kebijakan bantuan sosial dan program-program afirmasi lainnya.
Ibu/Bapak yang saya hormati,
Selain program dan kebijakan, Kemendikbudristek juga menyusun "Profil Pelajar Pancasila" yang menjadi perwujudan pelajar Indonesia sebagai pembelajar sepanjang hayat.
Profil Pelajar Pancasila tersebut mengandung ciri utama, yakni
1). Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia,
2). Berkebinekaan global,
3). Bergotong royong
4). Mandiri
5). Bernalar kritis, dan
6). Kreatif
Ibu/Bapak yang saya hormati,
Kemendikbudristek telah melahirkan 24 Episode Merdeka Belajar dan transformasi lainnya. Seluruh upaya tersebut selaras dengan Visi Indonesia Maju dan amanat Presiden Republik Indonesia yang mendapatkan mandat dari rakyat melalui proses demokrasi.
Banyak terobosan dan capaian yang telah kita raih, namun kita menyadari bahwa perjalanan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa masih panjang. Masih banyak ruang-ruang perbaikan yang dibutuhkan untuk memberikan layanan pendidikan dan kebudayaan dengan sebaik-baiknya. Anak-anak membutuhkan upaya terbaik kita semua agar mampu menyongsong masa depan yang mungkin tidak akan pernah kita lihat.
Ibu/Bapak yang saya hormati,
Kita adalah penyelenggara negara yang merupakan lini terdepan dalam menjaga nilai-nilai Pancasila , khususnya dalam urusan pemerintahan di bidang pendidikan dan kebudayaan . Mari kita ber-Gotong Royong membangun Peradaban dan Pertumbuhan Global.
Selamat Hari Lahir Pancasila, ungkap Sahar di akhir pidato seragam Kemendikbudristek.
"Secara umum pelaksanaan upacara hari ini berjalan lancar dalam suasana yang penuh khidmat. Melalui kegiatan upacara ini diharapkan akan semakin menjadi pemersatu bangsa, perekat kebhinekaan sekaligus penjaga NKRI”, jelas Saharuddin Nur.
Penulis: Saharuddin Nur
Editor: Nur Zahrah Azizah
asdasd