Bontomarannu, MTsN Gowa-- Setelah Sepekan pelaksanaan pelatihan penggerak penguatan moderasi beragama di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, Ketua Panitia mengumumkan Perwakilan MTsN Gowa Raih nilai ujian tertinggi Pelatihan tersebut. Berita menggembirakan ini di umumkan pada sambutan Ketua Panitia pada penutupan pelatihan. Sabtu 6/8/2022.
Penguatan Moderasi Beragama, Perwakilan MTsN Gowa Raih Nilai Ujian Tertinggi
Hj. Nelly saat menyampaikan laporan selaku Ketua Panitia menimbulkan perasaan segar karena dalam laporannya banyak terselahi untaian pantun yang mengasyikkan. Apalagi informasi yang disampaikan oleh Koordinator Seksi Pelatihan Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Balai Diklat Keagamaan Makassar ini, sangat membuat rasa gembira peserta, karena dinyatakan lulus 100% semua, dengan kategori 25 kompoten dan 5 orang dinyatakan sangat kompoten. Dalam lanjutan laporan beliau, peraih nilai 3 besar tertinggi adalah peringkat pertama, Saharuddin dari MTsN Gowa dengan nilai 94.8, peringkat kedua, Syahrul dari MI. Arifah dengan nilai 93,7 dan peringkat ketiga, Andri Adi Mustika dari MAN Insan Cendekia Gowa dengan nilai 93.00.
Selanjutnya, arahan bapak Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa (H.Aminuddin) menitipkan beberapa harapan kepada semua peserta Diklat, salah satu visi dan misi kementerian Agama, adalah kerukunan. Beliau mengajak mari kita ejawantahkan ini, siap berdampingan dengan harmoni ditengah-tengah kepluralan, agama, etnis, budaya dan lainnya.
"Terkait realitas dimasyakat seringkali terjadi perilaku intoleran terhadap sikap keberagamaan, hal seperti itu bukan berarti agamanya yang salah, tetapi cara pandang dan bersikap orangnya yang mesti diluruskan, sehingga mereka punya komitmen kebangsaan, yaitu menjadikan Pancasila sebagai idiologi bernegara, UUD 1945 sebagai Konstitusi bernegara, NKRI harga mati, serta mau merawat Bhinneka Tunggal Ika. Jika semangat kebangsaan ini tetap terbangun dimasing-masing sanubari tiap-tiap warga negara, maka akan terwujud kehidupan damai ditengah keberagaman. Disinilah pentingnya pemahaman moderasi beragama mesti terus dibangun. Dan Kementerian Agama harus siap menjadi corong terdepan" Pungkasnya.
Andri Adi Mustika saat mewakili peserta menyampaikan kesan dan pesan, sangat berterimakasih kepada semuanya, atas terselenggaranya pelatihan penggerak penguatan moderasi beragama ini. Terkhusus kepada para pemateri atas pencerahannya. Plt. Kamad MAN Insan Cendekia ini berkomitmen dan juga yakin akan komitmen semua peserta siap menjadi penyambung ilmu kepada siswa di sekolah dan madrasah masing-masing, khususnya dan masyarakat luas pada umumnya untuk menjadi garda terdepan penggiat moderasi beragama.
Penulis: Saharuddin Nur
Editor: Nur Zahrah Azizah
asdasd